Jumat, 27 April 2012

TEORI EKONOMI MAKRO

TEORI EKONOMI MAKRO

A. Definisi Makro Ekonomi
       Makro Ekonomi adalah studi tentang perekonomian secara menyeluruh termasuk pertumbuhan pendapatan, perubahan harga, dan tingkat pengangguran (N. Gregory Mankiw. 2003)
       Makro berarti besar. Dengan demikian, teori ekonomi makro menganalisis keseluruhan kegitan perekonomian, bersifat global dan tidak memperhatikan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh unit-unit kecil dalam peerekonomian (Prathama Rahardja dan Mandala Manurung : 2008)
       Makro ekonomi adalah kajian tentang aktivitas ekonomi makro suatu negara (Andiwarman A. Karim: 2007)

B. Masalah Ekonomi Makro dan Alat Pengamat Prestasi Ekonomi
       Masalah pokok ekonomi makro :
1.       Pertumbuhan Ekonomi
2.       Pengangguran
3.       Inflasi
4.       Masalah Neraca Pembayaran
       Alat Pengamat Prestasi Kegiatan Ekonomi
1.       Pendapatan Nasional
2.       Tenaga kerja dan Pengangguran
3.       Tingkat Inflasi
4.       Neraca Pembayaran dan Kurs Valuta Asing

C. Tujuan dan Kebijakan Makro Ekonomi
       Tujuan Makro Ekonomi, adalah mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi melaui:
a)      Menstabilkan kegiatan ekonomi
b)      Mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja (kesempatan kerja) penuh tanpa inflasi
c)       Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang teguh
d)      Menghindari masalah inflasi
       Kebijakan Makro Ekonomi
a)      Kebijakan fiskal
b)      Kebijakan moneter
c)       Kebijakan segi penawaran

D. Data-data Penting dalam Ekonomi Makro
                Data ekonomi merupakan sumber informasi yang sistematik dan objektif dari hasil survai yang disajikan secara reguler oleh lembaga atau pemerintah. Data makro ekonomi yang lajim digunakan dalam analisis perekonomian meliputi :
a)      GDP (Gross Domestic Product)/PDB (Produk Domestik Brutto), menyatakan pendapatan total dan pengeluaran total nasional atas out put
b)      Indek Harga Konsumen-IHK / Consumer Price Index-CPI, mengukur tingkat harga
c)       Tingkat Pengangguran (unemployment rate), menyatakan jumlah pekerja yang tidak memiliki pekerjaan.

PEREKONOMIAN NASIONAL DALAM JANGKA PANJANG
I. PENDAPATAN NASIONAL
GDP: nilai barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara
GNP : jumlah dari pendapatan faktor-faktor produksi yang digunkan untuk memproduksikan barang dan jasa dalam satu tahun tertentu
Pendapatan Nasional secara matematis
Y=C+S (1) Pendapatan Individu
SY= SC+SS (2) Pendapatan Agregat
S=I Pendapat Keynesian
SY= SC+SI (3)
SY= SC+SI+SG (3) Adanya Pemerintah
SY= SC+SI+SG + (X-M) (4) Adanya Perdagangan luar negeri

Yang Menentukan Produksi Barang dan Jasa:
  1. Faktor produksi, adalah input yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa. Dua faktor produksi yang paling penting adalah Modal (K) dan Tenaga kerja (L)
  2. Fungsi Produksi ® Y=F(K,L)
                Fungsi produksi mencerminkan teknologi yang digunakan untuk mengubah modal dan tenaga kerja menjadi output. Jadi perubahan teknologi akan menmpengaruhi fungsi produksi.
  1. Penawaran Barang dan Jasa, faktor produksi dan fungsi produksi bersama-sama menentukan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan, yang sama dengan output Perekonomian, secara matematis dapat ditulis sebagai berikut:
               


Distribusi Pendapatan Nasional Ke Faktor-faktor Produksi :
                Distribusi pendapatan nasional ditentukan oleh :
  1. Harga Faktor Produksi, jumlah yang dibayar ke faktor-faktor produksi (Upah dan sewa)
  2. Laba Perusahaan Kompetitif, tujuan perusahaan adalah memaksimalkan laba. Laba adalah penerimaan dikurangi biaya-biaya dari faktor produksi modal dan tenaga kerja
                Laba = Penerimaan (P.Y)-  Biaya Tenaga kerja (WL) – Biaya Modal (RK).
  1. Permintaan Perusahaan Terhadap Faktor-faktor Produksi
  1. MPL (marginal product of labor)
                perusahaan menggunakan tenaga kerja dan modal dalam jumlah yang akan memaksimalkan laba, untuk mengukurnya menggunakan produk marjinal tenaga kerja (marginal product of labor/MPL). MPL adalah jumlah output tambahan yang diperoleh perusahaan dari satu unit tenaga kerja tambahan dengan mempertahankan jumlah modal tetap. MPL = F(K,L+1) – F(K,L). Persamaan ini menyatakan bahwa produk marjinal tenaga kerja adalah perbedaan antara jumlah output yang diproduksi dengan L + 1 unit kerja dengan jumlah yang diproduksi hanya dengan L unit kerja.
                Kebanyakan fungsi produksi memiliki sifat produk marginal yang semakin menurun (diminishing marginal product) dengan mempertahankan modal, produk marginal tenaga kerja menurun ketika jumlah tenaga kerja meningkat, hal ini juga membentuk slope atau kemiringan dari fungsi produksi
  1. Dari MPL (marginal product of labor) ke permintaan tenaga kerja
                Perusahaan  akan membandingkan penerimaan tambahan dari kenaikan produksi yang dihasilkan oleh tenaga kerja tambahan terhadap biaya tambahan dalam bentuk upah yang lebih banyak. Peningkatan penerimaan dari suatu unit tenaga kerja tambahan tergantung pada dua variabel, yaitu:  produk marjinal tenaga kerja MPL dan harga output.
                Penerimaan tambahan adalah P x MPL
                Biaya ekstra karena menggunakan lebih banyak tenaga kerja
                Jika  P x MPL > Upah (W) akan meningkatkan laba
                Perusahaan akan menambah tenaga kerja sampai MPL = W atau MPL = W/P (reaal Wage)
                DLaba  = DPenerimaan - DBiaya atau DLaba = (P x MPL) – W
  1. Produk Marginal Modal (Marginal Product of Capital/MPK) dan Permintaan modal
                MPK adalah jumlah output tambahan yang diperoleh perusahaan dari unit modal tambahan, dengan mempertahankan jumlah tenaga kerja kostan.
                MPK = F (K+1, L) – F(K,L).
                jadi produk marginal modal adalah perbedaan antara jumlah output yang diproduksi dengan K + 1 unit modal dan yang diproduksi hanya dengan K unit modal.
                 DLaba  = DPenerimaan - DBiaya atau DLaba = (P x MPK) – R (sewa mesin).
                untuk memaksimalkan laba, perusahaan akan terus menggunakan lebih banyak modal hingga MPK turun sama dengan harga sewa riil (MPK = R/P)
                Harga sewa modal riil (real rental price of capital) adalah harga sewa yang diukur dalam unit barnag, bukan dalam mata uang

  1. Pembagian Pendapatan Nasional
                Jika seluruh perusahaan dalam keadaan perekonomian adalah kompetitif dan memaksimalkan laba, maka setiap faktor produksi dibayar berdasarkan konstribusi manajerial pada proses produksi. Upah riil yang dibayar kepada setiap pekerja sama dengan MPL dan harga sewa riil yang dibayar kepada setiap pemilik modal sama dengan MPK. Maka upah riil total yang dibayarkan kepada tenaga kerja adalah MPL x L, dan pengembalian riil total yang dibayar ke pemilik modal adalah MPK x K.
                Pendapatan yang tersisa setelah perusahaan membayar faktor-faktor produksi adalah laba ekonomis (economic profit) dari pada pemilik perusahaan, laba ekonomis riil adalah
                Laba Ekonomis = Y – (MPL x L) – (MPK x K).
                karena kita ingin menghitung distribusi pendapatan nasional, kita ubah persamaan di atas menjadi
                Y = (MPL x L) + (MPK x K) + Laba Ekonomis
                Artinya pendapatan total dibagi diantara pengembalian kepada tenaga kerja, pengembalian kepada modal dan laba ekonomis. 
                Jika setiap faktor produksi dibayar pada produk marginalnya, maka jumlah pembayaran faktor ini sama dengan output total.
                Jika fungsi produksi memiliki sifat skala hasil konstan, maka laba ekonomis harus sama dengan nol, yaitu tidak ada yang tersisa setelah faktor-faktor produksi dibayarkan. Kesimpulan ini mengikuti hasil matematis yang disebut Teorema Euler zY = F(zK,zL). Z = 1sehingga dapat dirumuskan dengan F(K,L) = (MPK x K) + (MPL x L).
                Kita asumsikan bahwa ada tiga jenis pelaku ekonomi: pekerja, pemilik modal dan pemilik perusahaan. Pendapatan total dibagi diantara upah, pengembalian modal dan laba ekonomis. Namun dalam dunia nyata perushaan memiliki modal sendiri, Karena pemilik modal dan pemilik perusahaan adalah orang yang sama, laba ekonomis dan pengembalian modal (return to capital) seringkali disatukan sebagai laba akuntansi.
                Laba Akuntansi = Laba ekonomis + (MPK x K)
                OUTPUT total dibagi diantara pembayaran untuk modal dan tenaga kerja, bergantung pada produktivitas marginalnya.
               
Yang Menentukan Permintaan Barang dan Jasa
                Dalam perekonomian tiga sektor atau perekonomian tertutup adalah :
  1. Konsumsi / C = C (Y-T) disebut dengan disposabel income atau pendapatan yang bisa dibelanjakan. Jika pendapatan yang bisa dibelanjakan naik maka masyarakat akan memiliki kecendrungan untuk menambah jumlah konsumsi atau tabungannya.
                Kecendrungan mengkonsumsi marginal (marginal propensity to consume, MPC) adalah jumlah perubahan konsumsi ketika pendapatan disposable meningkat, tetapi peningkatannya akan kurang dari 1 (satu) karena sebagiannya digunakan untuk menabung. Misal MPC sebesar 0,70 maka peningkatan disposable income akan meningkatkan 0,70 konsumsi dan 0,30 tabungan atau MPS (marginal propensity to save)
  1. Investasi (I). Investasi bergantung pada tingkat suku bunga riil (r), tingkat bunga adalah biaya pinjaman. Fungsi investasi miring kebawah ketika tingkat bunga naik, semakin sedikit proyek investasi yang menguntungkan.
                Rumus I = I (r).
                Tingkat  suku bunga dalam perekonomian , dibedakan dalam dua yaitu tingkat suku bunga nominal dan tingkat suku bunga riil. Tingkat suku bunga  nominal yang baisa dilaporkan: itulah tingkat suku bunga yang dibayar investor untuk meminjam uang. Tingkat bunga riil adalah tingkat bunga nominal yang dikoreksi untuk menghilangkan pengaruh inflasi. Exs. Jika tingkat suku bunga nominal nominal adalah 8 presen dan tingkat inflasi adalah 3 persen, maka tingkat bunga riil adalah 5 persen
  1. Pembelian Pemerintah
                Yang termasuk kedalam konsumsi pemerintah adalah belanja barang dan jasa oleh pemerintah di pasar barang atau jasa yang berdampak terhadap perekonomian. Jika pemerintah menarik pajak dikurangi transfer maka G = T, dan pemerintah memiliki anggaran yang berimbang. Jika G melebihi T pemerintah mengalami defisit anggaran, yang didanai dari menerbitkan surat utang pemerintah, yaitu dengan dengan meminjam pasar keuangan. Jika G kurang dari T, pemerintah mengalami surplus anggaran, yang bisa digunakan untuk melunasi utang-utangnya.

Yang Menyeimbangkan Permintaan dan Penawaran Terhadap Barang dan Jasa
                Yang menjamin jumlah konsumsi, investasi dan pembelian pemerintah sama denga jumlah output yang diproduksi adalah tingkat bunga.  Ada dua cara untuk mengetahui perean tingkat bunga dalam perekonomian yaitu kita dapat mengetahui peran tingkat bunga mempengaruhi penawaran dan permintaan barang dan jasa, atau kita bisa melihat tingkat bunga mempengaruhi penawaran dan permintaan terhadap dana pinjaman.
  1. Ekuilibirium di Pasar Barang dan Jasa : Penawaran dan Permintaan terhadap output perekonomian
                Y = C + I + G
                C = C (Y-T)
                I = I (r)
                G =
                T =
                permintaan terhadap output perekonomian berasal dari konsumsi, investasi dan pembelian pemerintah. Konsumsi bergantung pada disposable income, investasi bergantung kepada tingkat bunga riil serta pembelian pemerintah dan pajak bergantung kebijakan sebagai pariabel eksogen.
                faktor-faktor produksi dan fungsi produksi menentukan tingkat output yang ditawarkan kedalam perekonomian
                Jika kita ganti fungsi konsumsi dan investasi menjadi pos pendapatan nasional kita dapatkan,
                Y = C(Y-T) + I(r) + G
                karena variabel G dan T ditetapkan oleh kebijakan, dan tingkat output Y ditetapkan oleh faktor produksi dan fungsi produksi, maka rumus kita tulis
                 
                Persamaan ini menyatakan bahwa penawaran output sama dengan permintaannya, yang merupakan jumlah konsumsi, investasi, dan pembelian pemerintah.
                perhatikan tingkat bunga (r) satu-satunya yang tidak ditentukan dalam persamaan, karena tingkat bunga harus disesuaikan untuk menjamin bahwa permintaan atas barang dan jasa sama dengan penawarannya. Semakin tinggi tinkat bunga semakin rendah tingkat investasinya, oleh sebab itu semakin rendah permintaan terhadap barang dan jasa, C+I+G. Pada tingkat bunga ekuilibirium, permintaan untuk barang dan jasa sama dengan penawarannya
  1. Ekuilibirium di Pasar Uang: Penawaran dan Permintaan terhadap Dana Pinjaman
                Karena tingkat bunga merupakan biaya pinjaman dan pengembalian akan diperoleh karena meminjamkan dana ke pasar keuangan, maka kita bisa lebih baik memahami peran tingkat bunga dalam perekonomian dengan mengkaji pasar uang. Untuk iu kita tulis identitas pos pendapatan nasional menjadi
                Y – C – G = I
                 Y – C – G  adalah output yang tersisa setelah permintaan konsumen dan pemerintah dipenuhi: ini yang disebut dengan tabungan nasional (national saving). Dalam bentuk ini bahwa pos pendapatan nasional menunjukan bahwa tabungan sama dengan investasi.
                Untuk memahami identitas ini lebih lengkap, kita bisa memecah tabungan menjadi dua yaitu tabungan disektor suasta dan tabungan pemerintah: (Y-T-C) + (T-G) =I
                (Y-T-C) adalah disposable income dikurangi konsumsi, yang merupakan tabungan swasta (Private saving) dan (T-G) adalah penerimaan pemerintah dikurangi pengeluaran pemerintah yaitu tabungan publik (public saving)
                Untuk melihat bagaimana tingkat bunga menyeimbangkan pasar keuangan, subtitusikan fungsi konsumsi dan fungsi investasi ke dalam  identitas pos pendapatan nasional
                Y-C(Y-T)-G=I(r)
                selanjutnya, nyatakan bahwa G dan T diterapkan oleh kebijakan serta Y ditetapkan oleh faktor-faktor produksi dan fungsi produksi
                Sisi  kiri dari persamaan ini menunjukan bahwa tabungan nasional bergantung pada pendapatan Y dan variabel kebijakan fiskal G dan T. Sisi kanan dari persamaan menunjukan bahwa investasi bergantung tingkat bunga.
                Sisi kiri sama dengan sisi kanan menunjukan ekuilibirium  tingkat bungan dari masyarakt sebagai penabung dengan masyarakt investor sehingga jumlah dana yang menanam modal sama jumlahnya dengan dana yang meminjam.
  1. Perubahan dalam Tabungan : Dampak Kebijakan Fiskal
                Ketika pemerintah merubah pengeluaran atau tingkat pajaknya, perubahan ini mempengaruhi permintaan terhadap output barang dan jasa perekonomian serta mengubah tabungan nasional, investasi dan tingkat bunga ekulibirium.
  Peningkatan Pembelian Pemerintah berdampak langsung meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa sebesar DG, tetapi karena output total tetap, maka kenaikan tersebut harus dipenuhi melaui penurunan beberapa kategori permintaan lain. Karena disposable income Y-T tidak berubah, konsumsi C tidak berubah, kenaikan pembelian pemerintah harus dipenuhi melaui penurunan investasi dalam jumlah yang sama. Dan pembelian pemerintah tidak dikaitkan dengan peningkatan pajak, maka pemerintah mendanai pengeluarnya dengan meminjam yaitu dengan mengurangi tabungan publik. Karena tabungan publik ini tidak berubah maka akan mengurangi tabungan nasional
                Agar investasi turun, tingkat bunga harus naik. Jadi, kenaikan pembelian pemerintah menyebabkan tingkat bunga meningkat dan investasi turun. Pembelian pemerintah dikatakan crowd out (membatasi) investasi
  Penurunan Pajak
                Dampak langsung dari pemotongan atau penurunan pajak itu adalah peningkatan disposable income  dan dengan demikian peningkatan konsumsi. Disposable income naik sebesar DT dan konsumsi meningkat sebesar jumlah yang sama dengan DT  dikali dengan kecendrungan mengkonsumsi (MPC).  Semakin tinggi MPC semakin besar dampak pemotongan pajak terhadap konsumsi
  Penurunan Pajak
                Dampak langsung dari pemotongan atau penurunan pajak itu adalah peningkatan disposable income  dan dengan demikian peningkatan konsumsi. Disposable income naik sebesar DT dan konsumsi meningkat sebesar jumlah yang sama dengan DT  dikali dengan kecendrungan mengkonsumsi (MPC).  Semakin tinggi MPC semakin besar dampak pemotongan pajak terhadap konsumsi
                Karena output perekonomian ditetapkan oleh faktor-faktor produksi dan tingkat pembelian pemerintah ditetapkan oleh pembelian pemerintah, kenaikan konsumsi harus diimbangi dengan pen urunan investasi. Karena investasi turun, tingkat bunga akan naik. Jadi, penurunan pajak, seperti kenaikan pemerintah, meng-crowd out investasi dan meningkatkan tingkat bunga.
                Kita juga bisa menganalisis dampak dari pemotongan pajak dengan menelaah tabungan dan investasi.  Karena pemotongan pajak meningkatkan disposibel income sebesar DT, konsumsi meningkat sampai MPC x DT. Tabungan nasional S, yang sama dengan Y – C – G, turun sejumlah kenaikan konsumsi. Penurunan tabungan menggeser penawaran dan pinjaman ke kiri, yang meningkatkan tingkat bunga ekuilibirium dan meng-crow out investasi.
  1. Perubahan Permintaan Investasi
                Inovasi teknologi dapat meningkatkan permintaan investasi, selain itu karena adanya dorongan dari pemerintah seperti pengurangan pajak penghasilan bagi orang-orang yang mau berinvestasi.  Peningkatan investasi akan meningkatkan ekuilibirium tingkat bunga.  Karena tingkat bunga merupakan hasil dari tabungan (seperti halnya biaya pinjaman), maka tingkat bunga yang semakin tinggi mengurangi konsumsi dan meningkatkan tabungan. Jika demikian tingkat kenaikan permintaan investasi akan meningkatka tingkat bunga ekulibirium.

BAB 4
 Uang dan Inflasi
Uang
Persediaan aset
Digunakan untuk transaksi
Salah satu jenis kekayaan
Inflasi adalah kenaikan tingkat harga rata-rata, dan harga adalah tingkatan di mana uang ditukarkan untuk barang atau jasa.
Fungsi Uang
Uang berperan sebagai penyimpan nilai, unit hitung, dan media pertukaran. Kemudahan uang dikonversi menjadi sesuatu yang lain seperti barang dan jasa—kadang disebut likuiditas uang.
Penggunaan uang meningkatkan efisiensi !!!
Uang adalah alat yang dengannya kita mengukur
transaksi ekonomi. Tanpanya, kita terpaksa
melakukan barter. Namun, barter membutuhkan
kebetulan ganda dari keinginan (double
coincidence of wants)—situasi yang jarang terjadi
di antara dua orang, masing-masing memiliki barang
yang lain inginkan pada waktu dan tempat yang
tepat untuk melakukan pertukaran.

Jenis-jenis Uang
Uang atas-unjuk (Fiat money) adalah
uang menurut dekrit pemerintah dan tidak
memiliki nilai intrinsik.
Uang komoditas (Commodity money)
adalah uang yang punya nilai intrinsik.
Jika orang menggunakan emas sebagai uang, 
perekonomian dikatakan menggunakan
 standar emas (gold standard).
Pemerintah dapat terlibat dalam sistem moneter untuk membantu rakyat mengurangi biaya transaksi. Menggunakan emas sebagai mata uang adalah mahal karena kemurnian dan beratnya harus diverifikasi. Juga, koin lebih banyak dikenal daripada batangan emas.
Pemerintah lalu menerima emas dari publik untuk ditukar dengan sertifikat emas— lembaran kertas yang bisa ditukar dengan emas. Jika orang percaya  pemerintah akan memberi mereka emas bila diminta, maka mata uang tersebut akan sama berharganya dengan emas itu sendiri—plus, lebih mudah membawa kertas daripada emas. Hasil akhirnya adalah karena tak ada yang meminta emas lagi dan semua orang menerima kertas, kertas itu memiliki nilai dan berperan sebagai uang.
Jumlah Uang Beredar vs. Kebijakan Moneter
Jumlah uang beredar (money supply) adalah jumlah uang yang tersedia.
Kontrol atas jumlah uang beredar disebut kebijakan moneter (monetary policy). Di Amerika Serikat, kebijakan moneter dilakukan oleh institusi  setengah independen yang disebut bank sentral. Bank sentral di AS disebut Federal Reserve, atau Fed.
Operasi Pasar-Terbuka Pembelian dan Penjualan Obligasi Pemerintah
Untuk meningkatkan jumlah uang beredar :
Bank sentral membeli obligasi pemerintah dan membayarnya dengan uang baru.
Untuk menurunkan jumlah uang beredar :
Bank sentral menjual obligasi pemerintah dan menerima uang yang ada di masyarakat dan lalu menghancurkannya.
Bank Sentral mengendalikan jumlah uang beredar dalam 3 cara :
Melakukan Operasi Pasar-Terbuka
(membeli dan menjual obligasi pemerintah)
Mengubah persyaratan cadangan (tidak pernah benar-benar digunakan).
Mengubah tingkat diskonto yang bank-bank anggota (tak memenuhi persyartan cadangan) bayar untuk meminjam dari bank sentral.
Teori Kuantitas Uang
Persamaan kuantitas adalah suatu identitas : definisi dari empat variabel membuatnya benar. Jika satu variabel berubah, satu atau lebih yang lain harus juga berubah untuk mempertahankan identitas.  Persamaan kuantitas kita gunakan dari sekarang adalah jumlah uang beredar (M) dikali perputaran uang transaksi (V) yang sama dengan  harga (P) dikali jumlah transaksi (T):
Uang ´ Perputaran  = Harga ´ Transaksi
     M    ´       V        =    P   ´      T
V dalam persamaan kuantitas disebut perputaran uang transaksi (transactions velocity of money)Ini menyatakan berapa kali uang berpindah tangan dalam periode waktu tertentu.
Transaksi dan output sangat berkaitan, karena semakin banyak
perekonomian berproduksi, semakin banyak barang dibeli dan dijual.
Jika Y menyatakan jumlah output dan P menyatakan harga satu unit
output, maka nilai uang dari output adalah PY. Kita telah membahas
ukuran variabel-variabel ini ketika kita membahas pos pendapatan
nasional.
Uang ´ Perputaran  = Harga ´ Output
     M    ´       V        =    P   ´      Y
Versi persamaan kuantitas ini disebut perputaran uang pendapatan
(income velocity of money), yang menyatakan berapa kali uang
masuk ke dalam pendapatan seseorang dalam periode waktu tertentu.
Fungsi Permintaan Uang  dan Persamaan Kuantitas
Mari kita ekspresikan kuantitas uang dalam bentuk jumlah barang dan jasa yang dapat dibelinya. Jumlah ini, M/P disebut keseimbangan uang riil (real money balances). Keseimbangan uang riil mengukur daya beli dari persediaan uang.
Fungsi permintaan uang (money demand function) adalah persamaan yang menunjukkan penentu keseimbangan uang riil yang orang ingin pertahankan. Berikut adalah suatu fungsi permintaan uang sederhana :
                                                (M/P)d = k Y
di mana k  adalah konstanta yang menyatakan berapa banyak uang orang ingin tahan untuk setiap dolar pendapatan. Persamaan ini menyatakan bahwa kuantitas keseimbangan uang riil yang diinginkan  adalah proporsional terhadap pendapatan riil.
Fungsi Permintaan Uang dan Persamaan Kuantitas
Fungsi permintaan uang mirip dengan fungsi permintaan untuk barang tertentu. Di sini “barang” adalah kenyamanan menahan keseimbangan uang riil. Pendapatan lebih tinggi mendorong permintaan lebih besar akan keseimbangan uang rill. Fungsi permintaan uang menawarkan cara lain untuk memandang persamaan kuantitas (MV= PY) di mana V = 1/k.
Ini menunjukkan kaitan antara permintaan uang dan perputaran uang. Ketika orang menahan banyak uang untuk tiap dolar pendapatan (k adalah besar), uang tidak sering berpindah tangan (V adalah kecil).
Sebaliknya, ketika orang ingin menahan hanya sedikit uang (k  adalah
kecil), uang sering berpindah tangan (V adalah besar). Dengan kata lain,  parameter permintaan uang k dan perputaran uang V adalah dua sisi berlawanan dari suatu koin.

Asumsi Perputaran Konstan
Persamaan kuantitas dapat dipandang sebagai suatu definisi : mendefinisikan perputaran V sebagai rasio GDP nominal, PY, terhadap kuantitas uang M. Tapi, jika kita membuat asumsi bahwa perputaran uang adalah konstan, maka persamaan kuantitas MV = PY menjadi teori dampak uang yang berguna. Garis di atas  V mengartikan perputaran adalah tetap.
MV = PY
Jadi, pertahankan konstan ! Ingat perubahan
kuantitas uang menyebabkan perubahan
proporsional pada GDP nominal.

Uang, Harga dan Inflasi
Tiga blok bangunan yang menentukan tingkat harga keseluruhan suatu perekonomian :
Faktor-faktor produksi dan fungsi produksi menentukan tingkat output Y.
Jumlah uang beredar menentukan nilai output nominal, PY.
                Ini berasal dari persamaan kuantitas dan asumsi bahwa perputaran uang adalah tetap.
Tingkat harga P kemudian adalah rasio nilai output nominal, PY, terhadap tingkat output Y.

Dengan kata lain, jika Y adalah tetap (dari Bab 3) karena ia bergantung pada pertumbuhan faktor-faktor produksi dan kemajuan teknologi, dan kita telah membuat asumsi bahwa perputaran adalah konstan,
MV = PY
atau dalam bentuk perubahan persentase :
% perubahan M + % perubahan V = % perubahan P + % perubahan Y
Jika V dan Y adalah tetap, berarti bahwa % perubahan M adalah yang menyebabkan % perubahan pada P.
Teori kuantitas uang menyatakan bahwa bank sentral, yang mengontrol jumlah uang beredar, memiliki kendali tertinggi atas tingkat inflasi. Jika bank sentral menjaga jumlah uang beredar stabil, tingkat harga akan stabil. Jika bank sentral meningkatkan jumlah uang beredar dengan cepat, tingkat harga akan meningkat cepat.
Seigniorage: Penerimaan dari Pencetakan Uang
Penerimaan yang ditingkatkan melalui pencetakan uang disebut seigniorage. Ketika mencetak uang untuk mendanai pengeluaran, pemerintah meningkatkan jumlah uang beredar.  Kenaikan jumlah uang beredar, pada gilirannya, menyebabkan inflasi. Mencetak uang untuk meningkatkan penerimaan adalah seperti menetapkan pajak inflasi.

Inflasi dan  tingkat bunga
Tingkat Bunga Riil dan Nominal
Para ekonom menyebut tingkat bunga yang bank bayar sebagai tingkat bunga nominal dan kenaikan daya beli Anda sebagai tingkat bunga riil.
r = i - π
Ini menunjukkan hubungan antara tingkat bunga nominal dan tingkat inflasi, di mana r adalah tingkat bunga riil, i adalah tingkat bunga nominal dan p adalah tingkat inflasi, dan ingat bahwa p hanyalah persentase perubahan tingkat harga P.

Efek Fisher
Fisher Equation menunjukkan perbedaan antara tingkat bunga riil dan nominal.
PersamaanFisher: i = r + p
Tingkat bunga nominal aktual (pasar)
Tingkat bunga riil
Inflasi
Hubungan satu-untuk-satu antara tingkat dan tingkat bunga nominal disebut Efek Fisher.
Ini menunjukkan bahwa bunga nominal dapat berubah karena dua hal : karena tingkat bunga riil berubah atau karena tingkat inflasi berubah.

Teori kuantitas dan persamaan Fisher bersama-sama memberitahu kita bagaimana pertumbuhan uang mempengaruhi tingkat bunga nominal. Menurut teori kuantitas, kenaikan tingkat pertumbuhan uang satu persen menyebabkan kenaikan 1% pada tingkat inflasi. 
Menurut persamaan Fisher, kenaikan 1% pada tingkat inflasi akan menyebabkan kenaikan 1% pada tingkat bunga nominal.
Berikut adalah hubungan eksak antara dua persamaan : Persamaan kuantitas dalam bentuk perubahan persentase dan persamaan Fisher.
% perubahan M + % perubahan V = % perubahan P + % perubahan Y
% perubahan M + % perubahan V =          p                       + % perubahan Y
i = r +   p

Tingkat bunga riil yang diharapkan peminjam dan pemberi pinjaman
harapkan ketika kesepakatan dibuat disebut tingkat bunga riil ex ante.
Tingkat bunga riil yang terealisasi disebut tingkat bunga ex post.
Meskipun peminjam dan pemberi pinjaman tak bisa memprediksi inflasi
masa depan dengan pasti, mereka memiliki ekspektasi terhadap tingkat
inflasi. Kita nyatakan p sebagai inflasi masa depan aktual dan pe sebagai
ekspektasi terhadap inflasi masa depan. Tingkat bunga riil ex ante adalah
i - pe, dan tingkat bunga riil ex post adalah i - p. Dua tingkat bunga riil
berbeda ketika inflasi aktual p berbeda dari inflasi yang diharapkan pe.
Bagaimana perbedaan ini memodifikasi efek Fisher ? Yang jelas tingkat
bunga nominal tak bisa sesuai dengan inflasi aktual, karena inflasi aktual
tak diketahui ketika tingkat bunga nominal ditetapkan. Tingkat bunga
nominal hanya bisa disesuaikan dengan inflasi yang diharapkan. Slide
berikut menyajikan versi yang lebih presisi dari efek Fisher.

Uang Masa Depan dan Harga Saat Ini
Sebagaimana teori kuantitas uang jelaskan, jumlah uang beredar dan 
permintaan uang sama-sama menentukan tingkat harga ekuilibrium.
Perubahan tingkat harga adalah, oleh definisi, tingkat inflasi. Inflasi, lalu,
mempengaruhi tingkat bunga nominal melalui efek Fisher. Tapi sekarang,
karena tingkat bunga nominal adalah biaya memegang uang, tingkat
bunga nominal mengumpan balik kepada permintaan uang.

Biaya Inflasi yang Diharapkan
Ketidaknyamanan mengurangi uang di tangan secara metaforis disebut biaya kulit sepatu (shoe-
leather cost) dari inflasi, karena lebih sering berjalan ke bank membuat sepatu seseorang cepat rusak.
Ketika perubahan inflasi membuat pencetakan
dan pendistribusian katalog harga baru, misalnya,
maka, biaya ini disebut biaya menu (menu costs).
Biaya lain terkait dengan undang-undang pajak. Sering undang-undang pajak tidak memperhitungkan efek inflasi pada pendapatan.

Biaya Inflasi yang Tidak Diharapkan
Inflasi yang tak terantisipasi tidak disukai karena meredistribusi,
secara subjektif, kekayaan di antara individu.
Contohnya, ini mengganggu pensiun tetap individu. Sering kontrak
ini tidak dibuat dalam satuan riil dengan diindeks pada ukuran
tertentu tingkat harga.
Ada keuntungan dari inflasi—banyak ekonom berkata bahwa
sedikit inflasi akan membuat pasar tenaga kerja berjalan lebih baik.
Mereka mengatakan inflasi “meminyaki roda” pasar tenaga kerja.

Hiperinflasi
Hiperinflasi didefinisikan sebagai inflasi yang melebihi 50 persen per bulan, lebih dari 1 persen per hari.
Biaya seperti biaya kulit-sepatu dan biaya menu jadi lebih buruk dengan hiperinflasi—dan sistem pajak juga terdistorsi. Kemudian, ketika biaya jadi terlalu besar dengan hiperinflasi, uang kehilangan perannya sebagai  penyimpan nilai, unit hitung dan media pertukaran.  Barter atau penggunaan uang komoditas menjadi biasa.

Dikotomi  Klasik
Para ekonom menyebut pemisahan determinan variabel riil dan nominal dikotomi klasik (classical dichotomy). Penyederhanaan teori ekonomi, ini menyatakan perubahan jumlah uang beredar tak mempengaruhi variabel riil.
Ketidakrelevanan uang untuk variabel riil ini disebut netralitas moneter (monetary neutrality). Untuk belajar isu-isu jangka-panjang—netralitas moneter mendekati benar.

KESEIMBANGAN PASAR DALAM EKONOMI MAKRO

A.      Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro : Individu
P
 
Keseimbangan pasar digambarkan dengan kurva demand dari individu yang berpotongan dengan kurva supply dari individu lain
Q*
 
 








Gurva Keseimbangan ekonomi mikro Individu

B.      Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro : Industri
Menjumlahkan kurva permintaan Individu secara horizontal menjadi permintaan Industri dan menjumlahkan penawaran Individu secara vertikal yang membentuk kurva penawaran industri
P*
 
P*
 
P
 

                                                                       
P*
 
 

                                                                                                                                       

Q
 
Q
 
Q
 
 



















Gurva Keseimbangan ekonomi mikro Industri
danya pemerintah sebagai pembeli dan penjual besar tidak mengubah pembentukan kurva deman dan supply. Sebagai pembeli besar kurva deman pemerintah berada jauh kekanan yaitu Dg dengan kuantitas Qg, dan sebagi penjual besar kurpa supply pemerintah berada jauh ke kanan yaitu Sg dengan kuantitas Qg







 





























C.      Gambarkan Keseimbangan Pasar Ekonomi Makro : Agregat!





TEORI EKONOMI MAKRO
Analisis IS-LM
  1. Apa yang dimaksud dengan Kurva IS?
  2. Apa yang dimaksud dengan Kurpa LM?
  3. Apa yang dimaksud dengan perpotongan Keynesian (Keynes Cross)?
  4. Bagaimana pembentukan Kurva IS?
  5. Apa yang menyebabkan perubahan kurva IS?
  6. Apa yang menentukan investasi?
  7. Bagaimana pembentukan Kurva LM?
Penjelasan
  1. Kurva IS menyatakan Hubungan antara tingkat bunga dengan tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa
  2. Kurva LM menyeatakan hubungan antara tingkat bunga dengan tingkat pendapatan yang muncul di pasar uang
  3. Model untuk menjelaskan krangka pendaatan keynesian (pendapatan total perekonomian dalam jangka pendek sangat ditentukan oleh keinginan rumah tangga, perusahaan dan pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya
  4. Pembentukan kurva IS dapat dilakukan dengan melihat perubahan-perubahan yang berlaku atas pendapatan nasional sebagai akibat perubahan tingkat bunga. (Apabila tingkat bunga menurun, investasi akan meningkat dan seterusnya akan mengakibatkan pembelanjaan agregat meningkat. Pembelanjaan agregat sama dengan pendapatan nasional)
  5. Perubahan Kurva IS diakibatkan oleh tiga :
  1. Kenaikan atau penurunan investasi
  2. Kenaikan atu pengurangan pengeluaran pemerintah
  3. Kenaikan atau Pengurangan Pajak
                Kenaikan investasi dan pengeluaran pemerintah sebagai komponen suntikan akan menambah pendapatan sehingga menggeser kurva IS ke kanan.
                Kenaikan Pajak sebagai komponen bocoran akan mengurangi pendapatan sehingga menggeser kurva IS ke kiri.
6. Dua faktor penentu investasi yaitu tingkat pengembalian modal (rate of return) dan tingkat bunga.
  1. Pembentukan kurva LM dapat dilakukan dengan menganalisis  akibat perubahan pendapatan nasional atas keseimbangan permintaan dan penawaran uang dan tingkat bunga yang ditentukan oleh berbagai keseimbangan yang berlaku. (Apabila pendapatan nasional bertambah maka akan terjadi keniakan permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga, maka permintaan uang secara keseluruhan menigkat). Pertambahan penawaran akan memindahkan kurva LM ke kanan
ž  Kiebijakan fiskal memiliki dampak pengganda (Multiplied effect) terhadap pendapatan nasional. Menurut fungsi konsumsi C=C(Y-T), pendapatan yang lebih tinggi mengakibatkan konsumsi yang lebih tinggi.
kurva LM
¨  Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kurva LM yang utama adalah penawaran uang, permintaan uang untuk spekulasi, dan permintaan uang untuk transaksi dan berjaga-jaga relatif stabil sifatnya.
¨  Perubahan kurva LM Disebabkan oleh penawaran uang (pertambahan penawaran uang akan memindahkan kurva LM ke kanan, dan sebaliknya.
¨  Perubahan kurva LM disebabkan oleh permintaan uang (Pertambahan permintaan uang akan menggeser kurva LM ke bawah dan sebaliknya)
¨  For the LM curve, the independent variable is income and the dependent variable is the interest rate. The LM curve shows the combinations of interest rates and levels of real income for which the money market is in equilibrium. It is an upward-sloping curve representing the role of finance and money. The initials LM stand for "Liquidity preference and Money supply equilibrium". As such, the LM function is the set of equilibrium points between the liquidity preference or Demand for Money function and the money supply function (as determined by banks and central banks).

Peningkatan pendapatan, pada tingkat sukubunga tertentu, akan mendorong peningkatan permintaan terhadap uang.
Ketika tingkat penawaran uang yang tetap, hal ini akan mendorong terjadinya peningkatan tingkat sukubunga keseimbangan
                Gambar Dampak Peningkatan Pendapatan terhadap Tingkat  SukuBunga

Keseimbangan di pasar keuangan menunjukkan bahwa peningkatan pendapatan akan mendorong peningkatan tingkat suku bunga.
Kemiringan kurva LM adalah positif (upward-sloping).

KESEIMBANGAN PEREKONOMIAN DALAM MODEL IS-LM
¨  Model IS-LM akan menggambarkan :
  1. Keseimbangan Pendapatan Nasional
  2. Berbagai kemungkinan perubahan Keseimbangan
  3. Multiplier dalam model IS-LM
¨  Ekwilibirium dalam Model IS-LM menunjukan perpotongan IS dengan LM yang menunjukan ekwilibirium simultan dalam pasar barang dan jasa dan dalam pasar uang riil untuk nilai pengeluaran pemerintah, pajak, jumlah uang beredar, dan tingkat harga tertentu.
¨  Perubahan dalam keseimbangan IS-LM disebabkan oleh perubahan-perubahan; Investasi perusahaan, pengeluaran pemerintah, pajak dan penawaran uang
¨  Pertambahan investasi perusahaan dan pengeluaran pemerintah akan mengakibatkan tingkat bunga naik dan pendapatan nasional juga naik
¨  Peningkatan pajak akan mengurangi pengeluaran agregat. Apabila pajak yang ditarik pemerintah bertambah, pendapatan disposibel dan seterusnya konsumsi akan berkurang sehingga mengurangi tingkat kegiatan ekonomi dan pendapatan nasional (artinya peningkatan pajak akan mengakibatkan pendapatan dan tingkat bunga menurun).
¨  Pertambahan penawaran uang akan menurunkan tingkat bunga dan menambah pendapatan nasional.

Interaksi kebijakan fiskal dan moneter
¨  Mestilah disadari bagi pembuat kebijakan bahwa kebijakan satu akan mempengaruhi kebijakan lainnya
¨  Apabila kebijakan fiskal melalui peningkatan pajak dilakukan berdampak kepada pergeseran kurva IS ke kiri (pendapatan nasional turun karena konsumsi turun,) dan tingkat bunga turun (karena pendapatan yang lebih rendah mengurangi permintaan uang). Penurunan pendapatan menunjukan bahwa peningkatan pajak menyebabkan resesi, maka kebijakan moneter harus mempertahankan jumlah uang beredar.
¨  Jika ingin mencegah kenaikan pajak agar tidak menurunkan pendapatan maka harus dilakukan peningkatan jumlah uang beredar dan menggeser LM ke bawah untuk mencegah pergerakan IS sehingga kenaikan pajak tidak menimbulkan resesi.
¨  Ketika kita menganalisis suatu perubahan kebijakan kita harus membuat asumsi tentang dampaknya terhadap kebijakan lain. Asumsi apa yang paling tepat tergantung kasusnya dan pertimbangan politis yang berada di belakang kebijakan ekonomi.

Model IS-LM untuk menjelaskan teori Permintaan Agregat.
  1. IS-LM digunakan untuk menjelaskan posisi dan kemiringan dari kurva permintaan agregat
  2. IS-LM digunakan untuk menjelaskan mengapa pendapatan nasional turun ketika harga naik
  3. IS-LM digunakan untuk menjelaskan apa yang menyebabkan kurva permintaan agregat bergeser.
Membentuk Kurva AD dari Keseimbangan IS-LM
Disimpulkan ketiga keseimbangan ini adalah semakin tinggi tingkat harga semakin tinggi tingkat bunga tetapi pendapatan nasional semakin rendah.
Grafik (b) menunjukan kurva AD yang dibentuk dari perubahan keseimbangan sebagai akibat dari perubahan harga.

Penawaran Agregat
¨  Penawaran Agreagat (agregate supply) adalah hubungan antara jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dengan tingkat harga
¨  Terdapat dua kategori kurva penawaran agregat yaitu kurva penawaran jangka panjang (long-run agregate supply/LRAS) dan kurva penawaran jangka pendek (short-run agregate supply/SRAS.
  1. Kurva Penawaran Agregat Jangka Panjang, dalam jangka panjang tingkat output ditentukan oleh jumlah modal dan tenaga kerja serta ketersediaan teknologi. Tingkat output tidak tergantung kepada tingkat harga. Kurva penawaran agregat jangka panjang (LRAS) adalah vertikal.
  2. Kurva Penawaran Agregat  Jangka Pendek (SRAS) adalah tetap, karena itu kurva penawaran agregat jangka pendek adalah horisontal.


  1. Kurva Penawaran Agregat

(a) Pendapat Kelasik               (b) Pendapat Keynes                         (c) Kurva AS realistis
Kurva C menjelaskan semakin tinggi pendapatan nasional, semakin tinggi harga.

¨  Hubungan diantara harga dan pendapatan nasional disebabkan oleh tiga faktor yaitu:
  1. Semakin tinggi pendapatan nasional, semakin tinggi penggunaan kapasitas memproduksi berbagai perusahaan. Apabila tingkat kapasitas optimum sudah dilewati, setiap kenaikan produksi akan menaikan biaya produksi. Kenaikan ini akan mengakibatkan kenaikan harga
  2. Penggunaan tenaga kerja yang semakin banyak akan menurunkan pengangguran dan pada akhirnya muncul masalah sulitnya memperoleh tenaga kerja baru untuk melakukan ekspansi perusahaan. Tenaga kerja yang sulit didapatkan menaikan tingkat upah, kenaikan upah akan menambah biaya produksi, dan kenikan ini akan mengakibatkan kenaikan tingkat harga
  3. Apabila tingkat kegiatan ekonomi semakin mendekati tingkat penggunaan tenaga kerja penuh, perusahaan-perusahaan tidak mempunyai masalah dalam menjual barang dan jasa yang dihasilkannya dan sering sekalai tidak dapat dengan cepat melayani permintaan pelanggannya. Berlakunya keadaan seperti ini akan mendorong para pengusaha menaikan margin keuntungannya, sehingga harga-harga makin meningkat.

Perubahan-perubahan Kurva AS
    Perpindahan kurva AS ke kiri atau ke kanan dinamakan kejutan penawaran (supply shocks). Penyebab-penyebabnya adalah :
  1. Kenaikan Harga-harga input, kurva AS akan berpindah ke sebelah kiri dari AS0 ke  AS1 apabila harga-harga input meningkat.
  2. Kenaikan produktivitas kegiatan memproduksi, kenaikan produktivitas dapat dilihat dari dua segi, yaitu kenaikan produktivitas barang modal dan kenaikan produktivitas tenaga kerja. Kenaikan produktivitas barang modal biasanya berlaku akibat kemajuan teknologi dan peningkatan produktivitas tenaga kerja diakibatkan oleh perbaikan kualitas pekerja (melaui pendidikan dan pelatihan kerja).

Keseimbangan AD-AS
¨  Keseimbangan pendapatan nasional dalam analisis dengan menggunakan kurva AD-AS akan menunjukan tingkat harga yang berlaku pada keseimbangan dan pendapatan nasional.
¨  Dengan memperhatikan berbagai kemungkinan perubahan kurva AD-AS akan dapat menunjukan kemungkinan perubahan tingkat harga dan tingkat kegiatan perekonomian suatu negara.
Gambar
Keseimbangn Pendapatan Nasional dalam Model AD-AS
¨  Kesembangan pendapatan nasional dicapai pada titik E dimana harga adalah harga yang berlaku.
¨  keadaan kurva dibawah Eqwilibirium (E) menunjukan kekurangan barang dan di atas E menggambarkan kelebihan barang.

Perubahan-perubahan Kurva AD-AS
  1. Kurva AD berubah tetapi Kurva AS tetap, (Perubahan AD0 ke kiri menjadi AD1 menyebabkan pendapatan nasional dan harga mengalami penurunan, sedangkan perubahan AD0 ke kanan menjadi AD2 menyebabkan pendapatan nasional dan harga meningkat).
  2. Kurva As berubah Tetapi Kurva AD tetap, (perubahan AS0 ke kiri menjadi AS1 akan menaikan tingkat harga akan tetapi pendapatan nasional merosot. Keadaan ini dinamakan stagflasi; yaitu masalah kemunduran ekonomi (stagnasi) dan inflasi yang secara serentak dihadapi, perubahan sebaliknya dari AS0 ke AS2, menyebabkan tingkat harga dan pendapatan bertambah).
  3. Perpindahan serentak kurva AD dan AS, dalam suatu perekonomian yang mengalami pertumbuhan kurva AD dan AS secara serentak akan bergeser ke kanan. Serentak dengan berlakunya pertumbuhan ekonomi, teknologi akan berkembang dan produktivitas meningkat. Kemajuan-kemajuan ini akan memindahkan kurva AS ke kanan. Disamping itu pertumbuhan ekonomi akan diikuti dengan penggunaan tenaga kerja yang lebih banyak dan tingkat pendapatan yang semakin meningkat. Akhirnya pertambahan pendapatan ini akan menambah permintaan agregat.

Multipilier dalam Analisis AD-AS
¨  Analisis keseimbangan dalam IS-LM telah menunjukan bahwa kenaikan tingkat suku bunga sebagai akibat perubahan pengeluaran agregat menyebabkan multiplier dalam perekonomian semakin kecil. Apabila kenaikan tingkat bunga diikuti oleh kenaikan tingkat harga (dalam AD-AS) multiplier lebih kecil lagi.
Model Keseimbangan Perekonomian Terbuka (Model Empat Sektor)
¨  Dalam model empat sektor, perekonomian dianggap melakukan transaksi dengan perekonomian dunia, yaitu melalui ekspor dan impor barang.
¨  Dalam perekonomian terbuka fungsi keseimbangan adalah
Y = AE = C + I + G + (X-M) = C + I + G + NX
       AE = C0 + bY + I0 + G0 + (X0 – M0)
                    AE = A + bY
Dimana A sekarang terdiri dari (C0 + I0 + G0 + NX)
Keseimbangan Tercapai Bila Y = AE
Contoh:
Dalam suatu perekonomian negara diketahui bahwa
C  = 100 + 0,8Y
 I  = 200
G = 300
X = 75
M = 25
¨  Penyelesaian
AE = C + I + G + (X-M) = C + I + G + NX
     = C0 + bY + I0 + G0 + (X0 – M0)
                  = 100 + 0,8Y + 200 + 300 + (75-25)
                  = 100 + 0,8Y + 200 + 300 + 50
     = A + bY
                  = 650 + 0,8Y
Keseimbangan adalah Y = AE
Y = AE = 650 – 0,8Y
Y-0,8Y = 650
0,2Y = 650
Y= 650/0,2
Y= 3.250

Multiplier Effect (pelipatgandaan)
¨  Multiplier besarnya ditentukan oleh besar angka marginal propensity to consume (MPC)
¨  Persamaan Multiplier adalah Y = A/(1-b)
¨  Untuk melihat perubahan dapat ditulis persamaan DY= DA/(1-b)
¨  Angka multiplier diperoleh dari Y* = 1/(1-b), b adalah MPC
¨  Hubungan besarnya MPC dengan Multiplier, jika nilai MPC makin kecil, maka angka Multiplier makin kecil
MPC
(1-MPC)
Multiplier = 1/(1-MPC
1,00
0,90
0,80
0,75
0,60
0,50
0,40
Dst
0,0
0,10
0,20
0,25
0,40
0,50
0,60
dst
Tak terhingga
10,00
5,00
4,00
2,50
2,00
1,50
dst

¨  Contoh
                Pendapatan nasional mula-mula adalah 3,250 kemudian pemerintah menambah pengeluarannya sebesar 100 berapakah pendapatan nasional baru
                Jawab
                 DY= DA/(1-b)
                                = 100/0,2
                                = 500
                pembuktian dengan rumus keseimbangan
                Y1=AE = 750 + 0,8Y
                Y1-0,8Y = 750
                0,2Y = 750
                Y1= 750/0,2
                    = 3,750
                 DY= Y1-Y =3,750 – 3,250
                     = 500

Soal Latihan
Dalam suatu perekonomian negara diketahui bahwa
C  = 100 + 0,75Y
 I  = 200
G = 300
X = 75
M = 25
Dari data diatas hitunglah pendapatan nasional (Y)!
 
Pasar Barang Dan Kurva  IS  Dalam Persfektif Islam
                Pada system ekonomi Islam bunga tidak diberlakukan, sehingga keseimbangan di pasar barang pada ekonomi Islam ini sangat berbeda dengan keseimbangan pasar barang pada system ekonomi konvensional. Hal ini karena system bunga dihapuskan dan diganti dengan tingkat keuntungan yang diharapkan (r).
                Secara matematis, hubungan fungsional antara pengeluaran konsumsi rumah tangga (C) dan pendapatan (Y) dapat dinyatakan sebagai berikut :
                C = f ( Y) dengan C = C1 + C2
                C1 = pendapatan muzakki ; C2 = pendapatan mustahiq 
                Investasi perusahaan dalam ekonomi Islam tergantung dari tingkat keuntungan yang diharapkan dan biaya asset yang kurang produktif. Makin tinggi keuntungan yang diharapkan, dan makin besar biaya asset yang kurang produktif maka semakin besar investasi yagn dilaksanakan  dan sebaliknya.
                Dalam  analisis keseimbangan sektot riil, kondisi keseimbangan perekonomian dapat digambarkan kedalam  sebuah kurva yang disebutkan kurva ISI. Kurva ISI adalah tempat kedudukan titik-titik yang menghubungkan tingkat keuntungan yang diharapkan ( R) dan pendaptan nasional (Y), yang dimana pasar barang berada dalam kondisi keseimbangan .
                Pergeseran fungsi investasi dan fungsi tabungan  (atau fungsi  konsumsi) akan mengakibatkan pergeseran kurva ISI. Kenaikan biaya atas asset yang kurang produktif (menganggur) akan menyebabkan meningkatnya permintaan investasi dan sepanjang tidak ada perubahan fungsi tabungan, akan mengakibatkan pergeseran kurva ISI ke kanan bawah.


2 komentar:

  1. kita juga punya nih jurnal mengenai Makroekonomi silahkan dikunjungi dan dibaca , berikut linknya
    http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/6193/1/JURNAL%20IRNI%20RISTIKA%20S..pdf

    BalasHapus
  2. terima kasih infonya, salam kenal dari saya :)

    BalasHapus